Masa transfer musim panas kompetisi 2009/10 sudah berakhir. Saya memandang sosok Arsene Wenger, dan mulai menduga apakah benar dia ini seorang pedagang.

** Apakah Wenger seorang pedagang?

Di saat klub lain membangun kekuatan baru, Mr. Wenger justru menjual 2 pemain pentingnya ke Manchester City.

Manajer lain yang lebih berpengalaman dari Wenger mengatakan bahwa saat ini memang lebih bijak untuk menjual pemain daripada membeli. Alex Ferguson memanfaatkan ambisi Real Madrid demi mendapatkan uang 80juta pounds dari penjualan Christiano Ronaldo.

Sepertinya kali ini Wenger sependapat dengannya (kita tahu sebelumnya, mereka jarang sependapat). Sang Profesor juga memanfaatkan konsumerisme Manchester City dengan menjual Adebayor dan Kolo Toure.

Fergie dan Wenger sama-sama menghasilkan surplus kas di jendela transfer musim panas ini. Tapi Wenger lebih konsisten. Dia lebih suka membeli pemain mentah, dan sering sukses menjual dengan harga mahal. Kebijakan yang mirip dengan pengelolaan supermarket.

Menjual pemain dengan harga mahal seperti sudah menjadi tradisi di Arsenal. Wenger benar-benar tahu bagaimana cara mencetak uang dari seorang pemain. Transfer Kolo Toure sebesar 15 juta pounds ke City kemungkinan besar bukanlah yang terakhir. Sejarah telah menggiring tren penjualan bintang untuk terus berlanjut.

Lima Penjualan Profit Besar ala Wenger

Nicholas Anelka ada di daftar teratas. Tahun 1997 dibeli dari PSG hanya dengan uang 500 ribu pounds, dia kemudian dijual seharga 23 juta pounds ke Madrid. Anelka bergabung dengan kubu Arsene Wenger sejak usia 17 tahun, hanya 2 tahun bermain di bawah asuhannya, dan memberi kontribusi penting bagi gelar double Arsenal 1998. Penjualan Anelka menghasilkan profit 22,5 juta pounds, lebih dari 44 kali lipat dari harga belinya!

Nama Marc Overmars ada di urutan berikutnya. Winger super cepat, tipe pemain yang menjadi favorit Arsene Wenger. Dia dibeli dengan 7 juta pounds dari Ajax (1997) dan dijual ke Barcelona dengan banderol 25 juta pounds (2000). Nilai 18 juta pounds menjadi profit yang diciptakan Wenger dalam jual-beli ini.

Thiery Henry sempat terpuruk di Juventus, tapi Wenger menyelamatkan karirnya dengan pembelian 10 juta pounds (1999). Diproyeksikan menggantikan posisi Anelka, tapi Henry memberikan lebih dari itu. Julukan ‘The King’ menjelaskan kiprah hebatnya bersama The Gunners. Di ujung usia kepala tiga, sang pemain masih laku dijual mahal. Barcelona memboyongnya dengan transfer 24 juta pounds, Arsenal mendapat profit 14 juta pounds.

Patrick Vieira juga menyumbang profit. Dia dibeli hanya 3,5 juta pounds dari AC Milan (1996). Selama hampir 10 tahun bermain di Arsenal hingga menjadi kapten dan legenda, dia berkembang menjadi salah satu gelandang tengah terbaik dunia. Tahun 2005, Vieira dibeli Juventus dengan harga 13,7 juta pounds. Harga yang cukup murah untuk pemain sekelasnya, tapi sudah cukup memberi keuntungan 10,2 juta pounds untuk Arsenal.

Dua penjualan terakhir, Adebayor dan Kolo Toure ke Man City kembali menunjukkan insting bisnis ala Wenger.

Ketika Adebayor dibeli dari AS Monaco seharga 7 juta pounds (2006), tidak sedikit yang meragukan kemampuannya. Tapi Adebayor cepat berkembang menjadi predator Premiership, meski beban sebagai pengganti Thiery Henry terus menghantuinya. Hubungan Adebayor dengan fans Arsenal tidak terlalu baik. Jadi ketika ada tawaran 25 juta pounds dari Man City (2009), Wenger tidak menolak karena profit 18 juta pounds masuk ke kas.

Kolo Toure juga mutiara terpendam yang berhasil diasah Wenger, sehingga sang mutiara benar-benar menghasilkan uang. Harga belinya dari ASEC Abidjan (2002) sangat murah, hanya 150 ribu pounds. Kepindahannya senilai 15 juta pounds ke Man City (2009) membuat Arsenal menangguk profit 14,85 juta pounds.

Benarkan Sang Profesor memang Brilian?

Dari sisi bisnis dan mengelola kebijakan transfer, iya. Telah banyak pemain yang harganya disulap menjadi berkali-kali lipat. Arsenal era Wenger nyaris tidak pernah menjual pemainnya jauh di bawah harga belinya. Wenger jarang tertarik menghabiskan uang (tidak seperti Rafa Benitez) untuk membeli pemain yang sudah jadi.

Wenger memang selalu mampu memunculkan talenta baru. Menjual bintang seperti sudah menjadi tradisi, dan selalu ada keyakinan Arsenal tidak akan limbung ketika bintangnya dijual. Buktinya, Wenger memang (sejauh ini) selalu bisa menjawab keraguan dan Arsenal masih selalu mengakhiri musim di posisi papan atas.

Tapi, walau masih menjaga levelnya di tingkat atas, Arsenal dalam beberapa musim terakhir mulai kehilangan jalurnya di rel juara. Masa transisi tak pernah habis, karena pemain bintang dijual dan penggantinya adalah talenta baru yang pasti butuh waktu. Bukan hal yang mudah untuk menjadi juara dengan cara seperti itu. Apakah tidak ada ambisi untuk membangun tim kuat? Di saat klub lain mencari bintang baru, Wenger justru terlihat sibuk memilih pemain mana lagi yang akan dijual. Fabregas bisa menjadi komoditi panas selanjutnya di musim depan.

Mengapa Wenger Selalu ‘Pelit’?

Benarkah Wenger adalah manajer yang profit-oriented? atau situasi yang memaksanya mengambil kebijakan transfer yang selalu menguntungkan (tapi mengurangi kekuatan skuad)?

Pembangunan Emirates Stadium adalah (salah satu) jawabannya.

Dan berikut ini adalah statement Wenger yang muncul tahun 2008: (source)

“Strategi atau kebijakan klub adalah menjual (pemain dengan harga tinggi) di setiap tahunnya dan membeli pemain baru dengan harga murah. Selama 17 tahun ke muka, dalam setiap tahunnya, dari total pendapatan, klub harus menyisihkan 24 juta pound yang dialokasikan untuk membayar pembangunan stadium (Emirates).”

wow, 17 tahun? Setelah pindah ke Emirates, setiap tahun Arsenal harus mencicil pinjaman sebesar 24 juta pound.

Pembangunan Stadion Emirates dimulai tahun 2004 dan selesai tahun 2006. Proyek pindah kandang ini telah menghabiskan dana 420 juta pounds. Sebagian dari dana tersebut digunakan untuk membangun Emirates, dan sebagian lagi untuk membangun perumahan flat di stadion lama (Highbury). Krisis finansial global juga cukup memukul, karena membuat penjualan flat di Highbury agak tersendat.

Hmm.. sebagai penutup, ada sedikit kalimat penghibur dari Fergie;

“Saya tahu Arsene Wenger tidak memiliki banyak uang dan hal itu akan menjadi ujian besar bagi mereka”

Subscribe to the comments feed if you like. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply